Entrepreneur vs Kerja Kantoran, Pilih yang Mana?
Tuesday, 10 October 2017
LIFESTYLE
ENTREPRENEUR VS KERJA KANTORAN, PILIH YANG MANA?
0

Pas umur udah memasuki dunia kerja, pasti ada deh kegalauan buat milih jalur pekerjaan apa. Ditambah lagi sekarang ada jalur baru yang cukup ngetren di kalangan anak muda. Yup, jadi seorang entrepreneur alias ngebuka bisnis sendiri!

Pilihan antara jadi pegawai kantoran dan entrepreneur punya perbedaan yang cukup signifikan. Keduanya punya poin plus dan minus, tapi bukan jadi halangan kita dalam memilih dan menjalani satu di antara keduanya. Yuk, coba kita cacah kedua bidang karir ini.


MODAL

Kalo kerja kantoran, kita nggak perlu modal awal buat mendirikan usaha dan beli bahan-bahan kebutuhan, meski memang sehari-hari kita butuh ongkos transportasi dan uang makan buat beraktivitas, tapi nggak ada risiko kerugian karena nggak ada yang kita perjualbelikan berasal dari modal kita sendiri. Sebaliknya, seorang entrepreneur jelas memerlukan modal buat mendirikan dan menjalankan usahanya. Besaran modalnya tergantung dari jenis usahanya, tapi nggak jarang juga jumlah uang yang dikeluarkan dari kantong sendiri itu nggak sedikit. Makanya, karena modal yang gede yang berasal dari kantong sendiri inilah akhirnya ngebuat entrepreneur berjuang lebih gigih buat majuin usaha yang ada.
 

PENGHASILAN

Seorang pekerja kantoran pastinya punya penghasilan tetap setiap bulannya. Makanya, kita jadi lebih gampang  buat ngitung pendapatan, pengeluaran, dan uang yang mau kita tabung. Bisa dibilang kita nggak usah was-was buat nyicil berbagai kebutuhan. Sedangkan seorang entrepreneur setiap bulannya penghasilannya nggak tetap. Nggak ada yang bisa menjamin berapa penghasilan yang didapet di akhir bulan. Bisa jadi untung banget, tapi bisa juga merugi. Tapi jangan salah, karena kemungkinan besar seorang entrepreneur yang sukses bisa dapetin penghasilan yang lebih besar daripada pekerja kantoran.


CUTI DAN IZIN

Kalo kita kerja di sebuah kantor kita nggak mungkin cuti dan izin gitu aja. Belum lagi kalo ada pekerjaan yang dilakuin bareng dengan tim. Pasti nggak enak buat ninggalin tim untuk kepentingan sendiri.  Dan biasanya, uang harian atau uang makan yang diberikan perusahaan kepada pegawainya, dihitung berdasarkan jumlah kehadiran. Jadi otomatis kalo kita nggak masuk atau kebanyakan izin, kita nggak akan mendapatkan bayaran.

 

Nah, Kebalikannya, seorang entrepreneur bisa cuti dan izin kapan aja. Nggak perlu merasa nggak enak sama orang lain atau takut dipecat karena di sini kita bosnya! Fleksibiltas Ini yang jadi kelebihan seorang entrepreneur.
 

TUNJANGAN DAN FASILITAS

Pekerja kantoran pasti bakal dapetin macem-macem tunjangan dan fasilitas dari kantornya. Kayak misalnya asuransi kesehatan. Atau kalo misalnya pekerjaanya ngebutuhin keluar kantor kayak marketing, kantor pun ada yang fasilitasin mobil. Sedangkan, seorang entrepreneur harus bisa ngelola uangnya sendiri buat ngebayar asuransi pribadi dan juga kebutuhan untuk fasilitas.
 

KEKUATAN UNTUK BERTAHAN

Mau kerja sebagai pegawai kantoran atau entrepreneur pasti dua-duanya punya masalah masing-masing. Bedanya, pas di kantor ada masalah dengan bos atau kantornya sendiri, kita punya pilihan resign yang bisa dengan bebas kita ambil. Tapi entrepreneur nggak mungkin ninggalin usaha gitu aja, karena sama aja kayak ngerelain segala usaha dan modal yang nggak sedikit itu hilang.

Itu dia hal-hal positif dan negatif dari seorang entrepreneur dan pekerja kantoran. Nggak ada yang salah dengan milih salah satu dari keduanya. Yang terpenting ikutin dulu apa passion kita dan jalani dengan penuh semangat!

 

Buat kita-kita yang masih muda gini, bisa banget mulai merintis karir sebagai seorang creativepreneur, yang kreatif manfaatin peluang usaha dengan keahlian yang kita punya, kayak bikin crafty thing, nulis, tipografi, flat lay, fotografi, bahkan minat kita di bidang fashion dan beauty juga bisa ikutan dimanfaatin kalo kita jeli liat peluang usaha yang ada. Mulai dari yang kecil dulu aja, kayak promo lewat akun Instagram kita misalnya. Dari yang sedikit, lama-lama bisa jadi bukit lho!

Comment